Komunikasi intercultural adalah proses mengirimkan dan
menerima pesan antar orang yang latar belakang budayanya dapat membuat
mereka mengartikan tanda-tanda verbal dan non-verbal dengan cara berbeda,
misalkan saja budaya masyarakat di Indonesia, budaya orang jawa berbeda dengan
budaya orang sumatra. Oleh karena itu
untuk berkomunikasi dengan sukses diperlukan pemahaman dasar tentang perbedaan
budaya yang mungkin akan dihadapi dan bagaimana cara untuk mengatasinya. Hal
tersebut dapat membantu mengenali dan mengatasi perbedaan yang akan ditemui
dalam menghadapi komunikasi intercultural nantinya. Banyak tantangan yang
mungkin dihadapi dalam komunikasi intercultural, misalnya bahasa verbal, bahasa
non-verbal, arti kata atau bahasa, aturan dan kebiasaan seseorang disetiap
kebudayaannya. Cara berkomunikasi baik dengan bahasa verbal maupun
dengan bahasa non-verbal yang dilakukan sampai cara kita memandang atau
bersikap dengan orang lain dipengaruhi oleh budaya kita tinggal dan dibesarkan.
Budaya dapat mempengaruhi bagaimana cara kita berpikir, berkomunikasi dan berperilaku. Komunikasi intercultural tidak
sekedar hanya mencocokkan bahasa yang sama antar pengirim dan penerima pesan
namun juga membutuhkan nilai, sikap dan kepercayaan antar pihak yang sedang
berkomunikasi.
Pengalaman pertama saya melakukan komunikasi intercultural adalah saat
saya mulai mengenyam pendidikan di
Universitas Islam Indonesia. Saya adalah orang jawa namun saya memiliki teman
yang berasal dari Aceh, saat pertama
kali saya berbicara dengannya saya agak sulit mengerti apa yang dia bicarakan
karena logat dan bahasanya sedikit berbeda dengan saya, ada beberapa kata yang
sama, namun memiliki arti yang sangat berbeda di tempat kami, contohnya kata Galak dalam bahasa Aceh berarti ‘suka’ sedangkan dalam
bahasa jawa berarti ‘buas atau suka marah’ dan kata Awak yang dalam bahasa Aceh berarti ‘orang’ sedangkan dalam
bahasa jawa berarti ‘tubuh atau badan’. Untuk menghindari perbedaan
pemahaman akhirnya saat kami berbicara kami menggunakan bahasa Indonesia. Menurut
saya cara menghadapi komunikasi intercultural sebagai seorang yang profesional
adalah dengan cara jangan terlalu mudah membuat asumsi dan menghakimi lawan
bicara kita, kita harus mengakui adanya perbedaan kebudayaan antara kita dan
lawan bicara, sehingga kita akan lebih menghargai budaya lain, biasakan menulis
dan berbicara dengan jelas, singkat dan dengan bahasa yang sederhana, pastikan
kita mengenal lawan bicara, bagaimana kebiasaan dalam kebudayaannya, dan yang
terakhir kita harus dapat beradaptasi dengan siapa lawan bicara kita.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar