Kamis, 08 Desember 2016

Tantangan Menghadapi Komunikasi Intercultural dan Cara Menghadapi Komunikasi Tersebut Bagi Seorang Pebisnis



Komunikasi intercultural adalah proses mengirimkan dan menerima pesan antar orang yang latar belakang budayanya dapat membuat mereka mengartikan tanda-tanda verbal dan non-verbal dengan cara berbeda, misalkan saja budaya masyarakat di Indonesia, budaya orang jawa berbeda dengan budaya orang sumatra. Oleh karena itu untuk berkomunikasi dengan sukses diperlukan pemahaman dasar tentang perbedaan budaya yang mungkin akan dihadapi dan bagaimana cara untuk mengatasinya. Hal tersebut dapat membantu mengenali dan mengatasi perbedaan yang akan ditemui dalam menghadapi komunikasi intercultural nantinya. Banyak tantangan yang mungkin dihadapi dalam komunikasi intercultural, misalnya bahasa verbal, bahasa non-verbal, arti kata atau bahasa, aturan dan kebiasaan seseorang disetiap kebudayaannya. Cara berkomunikasi baik dengan bahasa verbal maupun dengan bahasa non-verbal yang dilakukan sampai cara kita memandang atau bersikap dengan orang lain dipengaruhi oleh budaya kita tinggal dan dibesarkan. Budaya dapat mempengaruhi bagaimana cara kita berpikir, berkomunikasi dan  berperilaku. Komunikasi intercultural tidak sekedar hanya mencocokkan bahasa yang sama antar pengirim dan penerima pesan namun juga membutuhkan nilai, sikap dan kepercayaan antar pihak yang sedang berkomunikasi.


            Pengalaman pertama saya  melakukan komunikasi intercultural adalah saat saya  mulai mengenyam pendidikan di Universitas Islam Indonesia. Saya adalah orang jawa namun saya memiliki teman yang berasal dari Aceh, saat pertama kali saya berbicara dengannya saya agak sulit mengerti apa yang dia bicarakan karena logat dan bahasanya sedikit berbeda dengan saya, ada beberapa kata yang sama, namun memiliki arti yang sangat berbeda di tempat kami, contohnya kata Galak dalam bahasa Aceh berarti ‘suka’ sedangkan dalam bahasa jawa berarti ‘buas atau suka marah’ dan kata Awak yang dalam bahasa Aceh berarti ‘orang’ sedangkan dalam bahasa jawa berarti ‘tubuh atau badan’Untuk menghindari perbedaan pemahaman akhirnya saat kami berbicara kami menggunakan bahasa Indonesia. Menurut saya cara menghadapi komunikasi intercultural sebagai seorang yang profesional adalah dengan cara jangan terlalu mudah membuat asumsi dan menghakimi lawan bicara kita, kita harus mengakui adanya perbedaan kebudayaan antara kita dan lawan bicara, sehingga kita akan lebih menghargai budaya lain, biasakan menulis dan berbicara dengan jelas, singkat dan dengan bahasa yang sederhana, pastikan kita mengenal lawan bicara, bagaimana kebiasaan dalam kebudayaannya, dan yang terakhir kita harus dapat beradaptasi dengan siapa lawan bicara kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar